Sabtu, Januari 17, 2009

Kebetulan yang Aneh


another Movie review

Untuk berapa lama film ini menjadi inspirasi tentang mimpi, tentang keteguhan, optimisme, dan cinta. Film produksi 1997 dan memenangkan oscar award ini memang menjadi fenomena saat itu. menceritakan tentang holocaust pembantaian yahudi oleh nazi. flm yang begitu menyetuh ini diperankan olehtokoh utamayang mempunyai mimik lucu Rroberto Benigni, mengkin maksudnya ingin menyuguhkan sejarah dengan tidak membosankan bahkan disindir dengan satire melalui sosoknya.

film ini juga yang mengajarkan saya tentang schopenhauer itu loh teori kehendak dimana, manusia sebetulnya punya kekuasan yang ditularkan lewat kosentrasi pikiran untuk mengendalikan orang lain selama punya will begitu kira-kira.

Dan memang tak bisa disangkal film ini sangat bagus, lucu dan meyentuh.

Belakangan saya menghapus film ini dari list film of my life selain you've got mail tentu.
tentang apalagi tentang perang di gaza juga selain ternyata film ini berisi tentang propaganda Yahudi karena holocaust ternyata tak pernah seheboh itu. ah saya masih awam berkomentar banyak tentang kekejaman, dan saya sedang berusaha untuk tidak banyak mencaci atau membenci tanpa alasan.

Yang jelas saya tak bisa memejamkan mata melihat korban perang di gaza, bom fossor, lalu apa lagi, itu holocaust sebenarnya, palestina sabarlah kemenangan tak akan jauh

Selasa, November 25, 2008

Obrolan Menjemukan

"Teu kabita neng?" ga kepingin neng?

kalimat yang selalu ibu-ibu utarakan pada para gadis yang sialnya tinggal aku ketika menghadiri pernikahan kerabat atau tetangga. mana yang lebih parah dengan pertanyaan 'kapan nikah?'. karena jawaban mei menjadi jargon sebuah iklan rokok maka kata-katanya berganti jadi ASAP atau Sapar (saparengna)

kalau mau serius memikirkan pertanyaan itu aku pasti menjawab "teu", sebab ketika menjawab kulihat perempuan sedemikian repotnya memikirkan budget yang ditanggung 75% oleh keluarganya sendiri beserta tetek-bengeknya, lalu ada upacara siraman yang entah tujuannya apa, lalu memilih kebaya beserta make-up yang mungkin tak sedemikian penting.

kuberitahu sesuatu yang membuatku kabita

memuliakan orang tua sampai mereka puas, berguru pada ratusan inspirator hidupku, melayani jutaan anak yatim, mempunyai anak angkat, menjadi anak negeri yang membanggakan atau setidaknya aku menemukan lelaki yang aku jatuh 'gila' padanya siap menghadapi kasarnya angin bumi berdua sampai mau menikah hanya dengan mahar 10.000 di sebuah KUA desa kecil hanya dihadiri keluarga inti dengan uang hasil keringat sendiri, tanpa perlu kebaya mahal, pernikahan mewah, atau ritual lainnya yang hanya untuk menutup mulut para penggosip.

Kamis, Oktober 30, 2008

Serangan Fajar


Dua bulan terakhir dirundung kegelisahan, kelelahan selama ini harus dihentikan. 8 tahun cukup terang pembeda antara memuja atau menggila. Kupaksa lagi ingatan mantra-mantra pembuka pintu sesame ala jiwaku, terbuka dan benar saja masih kosong jangankan harta karun desahan nafasku saja terdengar jelas.

-sunyi

kuterduduk meratapi apa yang membuatku kosong begini? kehilangan Bapak? bukan! kalaupun memang ada namun tak seberapa. kekosongan itu terisi sedikit demi sedikit lewat memberi, membaca, menulis tak karuan.

seminggu belakang aku makin kacau, kelelahan kadang membuat lupa diri. teman memberi solusi dikenalkan pada matahari pagi di suatu mesjid, setiap hari aku selalu bermimpi bila boleh memilih lelaki yang berkenalan di mesjid, mesjid adalah my centre of universe walau kadang di mesjid aku berlaku seperti dikamar. saking senangnya di mesjid lahirlah teori tolol bahwa jodoh adalah ketika kamu berkenalan dengan lelaki di mesjid dan bila jatuh cinta pada lelaki saat jumatan maaf berarti dia bukan. belakangan kuralat teori ini karena takut bila harus berkenalan dengan lelaki hidung belang berkedok ustadz atau syech.

Ada pengakuan dosa yang harus kusampaikan pada seseorang, semoga ku berumur panjang untuk menceritakannya kelak.

Selasa, Oktober 07, 2008

Boomer oooh Boomers


pernah ngalamin sebuah pekerjaan besar, melibatkan ratusan kru mengerjakan satu proyek. pada saat pembuatan semua sepakat tak ada yang salah namun setelah rampung tampakklah sebuah kesalahan itu.

Riri Riza mungkin paling paham dengan kesalahan ini. kecerobohan yang berulang.

pertama terjadi saat film sherina dalam adegan akhir didalam kelas dimana dewi hughes ada pakai pramuka dan semua murid menghambur keluar, dan oops! bocorlah 3 crew pemegang boomers, kameramen, satulagi entahlah, tak lulus edit. semua orang film membicarakannya.

yang kedua film laskar pelangi ini meskipun beruntung tak ada crew yang bocor masuk sceene. kejadiannya saat bu Muslimah (Cut Mini) sendiri dalam ruang guru kalau tidak salah sebelum meninggalnya sang kepala sekolah.


tapi tak apalah toh karyanya luar biasa. buat Riri Riza leebih cermat lagi, jangan pusingkan semua nada sumir yang keluar dari komentator gratisan itu. seperti kata pram 'kritikus itu hanya menghasilkan kritik, tapi pencipta PUNYA KARYA!'

Rabu, September 17, 2008

Musik mengusik


"music is all around, all you have to do is listen"

August Rush, itu jawabannya seandainya ada rapid fire question mengarah padamu. Film ini lagi-lagi tidak punya ide yang orisinil, tapi dengan eksekusi yang baik ide atau bahkan inovasi yang jadul -ngetik jadul aja udah jadul bukan?- sekalipun bisa sangat menarik.

idenya hanya ingin menyampaikan kalimat diatas saja, diintrepretasikan lewat anak yang memiliki gift bisa meng compossed musik bunyi-bunyian yang dia dengan disekitarnya menjadi semacam musik yang ritmik dan dramatik. dan memang ide sesederhana itu bisa terlupa, benar saja saya sering mengalami hal yang sama dimana kalau saja kita mau sebentar diam kita bahkan mendengar musik mengalun lewat alam, lewat daun, lewat angin, lewat panas ah pada dasarnya lewat apapun. saya tak menyarankan anda menari tiba-tiba anda mendengarnya ya.. karena efeknya anda bisa jadi santrinya al-bajigur.

fakta tentang al-bajigur: berada di sumenep, singkatan dari baJIngan ngangGUR, berisi sekitar 500 santri, 32 diantaranya sakit jiwa, dipimpin oleh cecep -ini aja dah gila n Lucu! wong jowo namine cecep-, diambil dari acara mata rantai ANTV.

august rush lagi, sayang seribu sayang unsur sinetronnya masih ada, belum lagi kehadiran Robin William yang sebenarnya bisa dihilangkan, atau intensitas musiknya menurut saya kurang lama, disaat belum kenyang menikmati dramatisasi musik eh keburu udahan atau gara-gara saya suka musik?. yah sudahlah film ini bagaimanapun sudah menarik minat saya padahal film ini keluaran 2007, secara anda tahu saya ini penikmat film tingkat tinggi.
dan tentu saja pemimpi paling parah. dan nanti saya akan membuat film versi saya (Yang sudah pasti gak laku)yang disadur dari novel oktalogy -saking bagusnya- sehabis saya berkeliling dunia dan mendapat gelar S2 dan S3 predikat cum laude di crazy university.

Sabtu, Agustus 16, 2008

Kembali ke Surat


Ketemu! formula untuk jadi termehek-mehek ketemu juga lewat film yang dipinjem kakak padahal sebelumnya ga pay attention ma ni film,judulnya P.S. I Love You (PSILU).

Sampai post ini terbit saya sudah menontonnya 3times in rows, hampir menyamai film of my life saya yaitu You've Got Mail.

kalau urusan ide, justru ga orisinil and hampir mirip film India Kuch-Kuch Hota Hai (KKHH) dimana seseorang yang sudah meninggal berkomunikasi lewat surat yang ditulisnya ketika hidup. bila KKHH suratnya dikirim per-ulang tahun putri tercintanya selama 8 tahun maka PSILU hampir berurutan kepada istri tercintanya sampai sang istri Holly diramalkan akan mulai melupakan sang suami Garry.

Gila, Skripnya keren banget ya no wonder karena adaptasi dari novel maksud saya Chicklit, belum lagi penokohannya membuat seseorang tak jadi cemen hanya mengejar cinta. Jokesnya konyol tapi ga murahan ala slapstick.

saya ga bisa bicara banyak, nonton saja dan lupakan malu dengan cover yang sangat girl movie. saran saya ama dengan isi line nya yang bilang: jangan pikir bagaimana ide surat iu sampai, its so excited how brilian the idea is. satu lag LUPAKAN LOGIKA, karena begitulah karya seni masterpiece kadang dibuat alasan saya bila segala harus masuk logika maka seniman berubah jadi militer, pecinta jadi penjagal, badut-badut bunuh diri dan sirkus menjadi ajang sarkasme.



P.S. I love You

Rabu, Agustus 06, 2008

Not That Easy

membuka hati dan menyambut nama lain untuk basah disebut oleh lidah, ataupun menghadirkan sosok baru di pelupuk mata bagai lapisan embun yang kadang menjauhkan diri dari realita, lebih parah lagi mengisi orang lain hadir kedalam hati sampai muak karena tak menyisakan ruang untuk udara singgah rela kulewati ternyata sulit.

Sebelumnya kupikir akan mudah, namun kenyataanya seperti mecari formula yang hilang dalam sebuah reaksi kimia. Beberapa waktu belakang saya lupa bagaimana rasa jatuh suka pada seseorang sampai harus kuundang rasa itu dengan membaca satu buku puisi gombal yang dikirim pacar pertama sewaktu SMP dan berakhir sia-sia. membaca novel melankolis romantis namun tak juga mengundang hati untuk jatuh cinta kembali.

ada apa? jejak siapakah sampai meninggalkan hati yang sulit diidentifikasi? siapa yang begitu tega membuat ku jera untuk suka pada seseorang atau sekedar ingin dimanja dan diperhatikan layaknya perempuan normal? tak seorangpun kuingat.

jawabannya hanya saya dan keteguhan mengambil suatu keputusan yang kadang sesumbar. keinginan taaruf dulu ternyata tak bisa dikhianati. aku ingin nikah dengan seminimal mungkin waktu untuk pacaran.

seperti itu mungkin, dengan tekad itu saya sering menyibukkan diri dengan buku, memalingkan mata dari pandangan indah lelaki tampan, atau berjalan dengan teman mencari sesuatu yang tak ada dalam mal kuhindari. Efeknya hati saya jadi tak lembut lagi.

saya ingin hati saya selembut dulu, sialnya hanya cinta yang bisa...

Selasa, Juli 01, 2008

Buku dan Jodoh perjodohan


“orang yang bodoh adalah orang yang meminjamkan bukunya, dan orang yang paling bodoh adalah orang yang mengembalikan buku pinjamannnya”


silakan bunuh diri bila kecewa bahwa nasihat itu justru keluar dari mulut seorang dosen. Dosen lainnya justru lebih gila katanya bila melihat artikel menarik dalam suatu buku/ literatur maka sobeklah! Bawa pulang.

Diatas langit ada langit, diatas gila ada paling gila karena kedua dosen itu adalah dosen favoritku selama kuliah. Tapi tenang saja saya tidak seekstrim menuruti nasihatnya walau ternyata nasehat tersebut ada gunanya.

Saya banyak sekali membaca buku terutama buku populer. Ketika saya bercerita tentang isi novel atau buku populer pada teman maka spontan mereka ingin meminjam. Saya tak ijinkan karena memang tak punya. Baru saya sadari ternyata pertemuan saya dengan buku bisa dibilang misterius bila tak mau dibilang nasib.

Ritual saya memang suka main ke toko buku atau tukang loak jualan buku bekas di pusat kota Bandung. Salah kalau ada yang menyangka saya pasti memiliki koleksi buku satu lemari penuh atau lebih ekstrim lagi yaitu sebanyak teman koleksi teman saya satu kamar mirip 'gua Hira'. Karena memang koleksi buku saya bisa dihitung dengan jari yang saya miliki dan meminjam jari teman sedikit. Ini bila maksudnya buku diluar buku akademis.

Dalam ritual itu biasanya saya melihat buku baru, lalu sedikit berpandangan bahwa buku tersebut pasti best seller dan memang terjadi tak seberapa lama. Anehnya bukannya membeli saat belum booming saya justru bisa membaca buku-buku best seller setelah booming. Padahal dalam dunia sinema itu berarti ekslusivitas nonton premiere, bercerita tentang film pertama kali dan pendengar pasti tak ikut komentar bila belum menonton andai ditambahin bumbu-bumbu sebdiri takkan dicap bohong. Bila digambarkan mirip seorang sufi dimana pengikut menelan bulat-bulat omongannya.

Hubungan saya dengan buku biasanya dumulai dengan 'menandai' buku kemudian si buku saya sumpahin bakal saya baca! Tentunya dengan sedikit berdoa memohon 'ya Allah takdirkan saya bisa membaca buku ini bagaimanapun caranyas ungguh kekuasan hanya ada pada-Mu' dan berikut mungkin jawabannya.

Percaya atau tidak saya membaca seluruh seri Harry Potter tanpa memiliki satu buku pun, dan perkenalan dengan buku itu justru didapat dari teman dekat yang setiap hari bareng dia baca berari-hari sampai lecek saya jadi penasaran membaca buku HarPot pertama hanya dengan beberapa jam saja lalu jatuh cinta. serupa dengan koleksinya Ayu Utami dan Fira Basuki kecuali seri Mrs B aku tak begitu suka teenlit or Chiclit. Koleksi selanjutnya saya pinjam dari sebuah Taman bacaan.

Lalu Buku Habiburahman El Shirezy justru terjadi saat saya harus mencari bahan untuk tugas kuliah dan uang saku selalu kalah bila harus memilih novel daripada buku akademik tanpa pernah saya cerita begitu inginnya punya buku tersebut eh teman tak terlalu dekat memberi kado buku kang Abik saat ultah.

Yang aneh justru pertemuan saya dengan buku Jalaluddin Rahmat, beliau guru besar fakultas Ilmu Komunikasi dan menjadi semacam buku wajib entah mengapa saya justru bisa tenang membaca isi buku komunikasi saat saya ambil sosial itupun saya lahap isinya diperpustakaan , dan buku Road to Allah yang keren itu justru dipinjami teman yang belum begitu lama kenal dan baru pulang dari Aceh.

Kalau memang harus cerita pertemuan saya dengan isi buku-bukupopuler mungkin saya harus membuat sepuluh atau seratus posting. Mirip menggambarkan kebesaran Allah yang walaupun harus ditulis dengan tinta sebanyak lautan dan ditambah lautan lagi tetap tak tergambarkan. Saya jadi excited menceritakan nasib yang justru lebih indah lagi. Kebetulan-kebetulan yang saling behubungan semakin menyilaukan mirip dengan banyak pertemuan dengan orang-orang sekilas namun bertahun kemudian bertemu lagi justru berkawan baik. Wah harus lebih peka membaca alam nih... aku tak sabar melihat indahnya nasib kelak dan meceritakan kembali di posting disini.

Minggu, Mei 11, 2008

Malam Minggu-mu ada dimana?

Hampir seperti rutinitas malam minggu saya ada di taman pengelolaan kebudayaan Jawa Barat Dago Tea house setiap kali ada pementasan seni dari seluruh kota terutama Jawa Barat, Sebagai bentuk kepedulian provinsi terhadap kota didalamnya disediakanlah wadah dan waktu untuk berkreativitas dalam agenda rutin tahunan. Saya suka sekali kesana selain tempatnya ada tepat dibelakang kampus namun tempat ini juga menjadi tempat Favorit saya sejak SMU.


Berbeda dengan banyak malam pagelaran seni sebelumnya, malam kemarin jauh lebih meriah. Kebetulan seminggu belakang sedang diadakan pesona budaya Cirebon. Semua tokoh tumplek disana mulai dari pejabat pemerintahan, pelaku dan penikmat seni, wartawan bahkan anak kecil. Tea House lebih penuh dari biasanya, maklum ada pembagian makanan khas Cirebon juga. Ngomong-ngomong soal makanan, disabuse apa sih makanan terbuat dari tepung ketan manis tapi berisi sesuatu yang pedes sekali seperti merica?.


Dalam seminggu itu juga ada pameran kerajinan tangan dan lukisan, namun ada yang membuat saya jauh terkesima yaitu batiknya. Selama ini saya kurang mengetahui kalau Batik Mega Mendung yang diidentikkan dengan Batik khas Jabar berasal dari Cirebon bahkan banyak corak batik yang menakjubkan yang berbeda dengan tanah Jawa.sayang saat itu saya tak bawa kamera.


Malamnya baru disuguhkan pementasan dramatari “Rangdu Kentir” sebagai penutup rangkaian kegiatan, tak banyak yang bisa saya ceritakan karena dramatari selalu berisi kemenangan kebaikan melawan kejahatan dibungkus dengan sentuhan adat dan agama, percintaan yang terpisah oleh waktu dan dunia. Namun begitu dramatari tak pernah serupa karena pembedanya yaitu tariannya sendiri. Semalam tariannya rampak dan ajaibnya dilakukan bukan oleh muda-mudi Cirebon melainkan oleh para sesepuh seni yang mungkin sudah berumah tangga sampai-sampai Bapak-bapaknya lupa bermake-up panggung.


Saya terkesan saat penutupan diadakan tayuban. Semua penari menarik penonton untuk menari. Bila dibelahan tanah Sunda lain ini dinamakan sawer dan lebih dimaksudkan pada erotisme maka tayuban lebih pada penghormatan penari pada penontonnya. Semua orang yang hadir ditarik tanpa paksaan, ada KADISBUDPAR JABAR, KADISBUDPAR CIREBON, Jajaka dan Rara Cirebon, sampai para turis asing ikut turun menari dan penuhlah area pementasan. Kehebohan yang sama ditampilkan kota Depok seminggu sebelum Cirebon


Saya menunggu kehadiran kota lain diJABAR melakukan hal yang sama di Tea House, karena sebenarnya wadah dan waktu selalu ada, diskriminasi itu sebenarnya hanya pikiran sebagian orang yang individualistis saja. Modernitas dan pendidikan justru peregang persatuan, maka sedihlah saya ketika tahu Bogor dan Depok akan membentuk provinsi baru. Saya sedang membaca dulu lengkapnya mengenai ini akan saya posting kemudian. Salam

Sabtu, Mei 10, 2008

Bendera Putih

Siapa tak kenal keagungan Taj Mahal? Keromantisan sejarah pembangunannya?
Taj Mahal selalu jadi simbol kekuatan cinta, terletak di kota Agra India disebelah sungai yang mungkin tak seindah di setiap jepretan kamera. Dulu tepatnya akhir tahun 2001 saya menggilai bangunan ini untuk alasan yang tak jelas.

Mendownload semua gambar Tajmahal yang kemudian semuanya hilang setelah komputer saya di format ulang. Sekarang saya sedang ingin melambangkan posting ini dengan Taj Mahal kali ini dengan alasan nostalgia dan juga simbol : saya menyerah pada kekuatan cinta....

seminggu yang lalu, badan saya menggigil, demam akibat batuk dan flu. Derita itu saja belum cukup karena tiba-tiba saya harus mempersiapkan sidang skripsi hanya 5 hari itupun 2hari dipotong weekend, sedangkan birokrasi syarat-syarat skripsi yang aduhai itu bukan perkara mudah. Demam tak dirasa dulu, saya kekampus dan karena teledor syarat saya kurang tanda tangan ketua jurusan sedangkan pendaftaraan ditututp jam 5 sore dan admin baru buka jam 2.

bila anda kenal Bandung coba bayangkan saya harus berangkat dari dago tea house-jatinangor-dago tea house hanya dengan waktu 3 jam! Apa gak pengen gila tuh? Sudahlah daripada 'karugrag' saya menyerah saja pada keadaan seandainya memang harus diundur. Singkat cerita bisa juga saya sidang tanggal 13 mei nanti.

Lalu apa hubungannya dengan Taj Mahal??

jujur saja jemawanya saya akhirnya runtuh juga. Selama skripsi ini saya ngebatin sekali, nangis bukan lagi jawaban. Saya akhirnya menyadari bahwa saya membutuhkan pacar untuk menemani. Tadinya saya pilih Taaruf dalam meilih jodoh kenyataannya saya tak siap nikah namun tak siap sendiri.

Saya belum terlalu akhwat dalam pergaulan jadinya saya suka sendiri sedangkan teman2 pada berpasangan, kadang mereka meledek walaupun seringnya mereka menyarankan segera cari pacar. Mungkin bila berdua segala beban perasaan atau memang beban fisik dapat terbagi dan keteledoran tak harus terjadi. Malah akhir-akhir ini keteledoran itu semakin menjadi, orang sunda menyebutnya 'Jangreung' artinya secara tak sadar yang bersangkutan ingin segera berpasangan baik dalam konteks pacaran ataupun menikah. Tiba-tiba istilah itu menjadi pembenaran untuk langkahku

Apa hukumnya saya tak tahu, moga saja tak terlalu berat dan moga saja saya cepat membuka hati.