Kamis, Mei 17, 2007

saatnya jadi kuat

katakan itu ketika kecil dan terbaring dalam rumah sakit
katakan itu juga ketika sedang ditimpa kemalangan



saya mengatakan hal itu sekarang! ketika ingin sendiri,ketika sadar bahwa kebaikan selalu meminta balasan, ketika yakin tak ada pegangan yang dapat diandalkan didunia. dan saat sekarang, menjawab pertanyaan lama bahwa ternyata dunia hanya menawarkan derita.

Jumat, April 13, 2007

Berita TV selalu lucu buatku

Entah hari apa, atau acara apa, seingatku itu acara berita jalan-jalan yang dibuat Trans TV, dan mungkin sudah kesekian kalinya Trans TV menempatkan liputan tempat jajanan sebagai artis utama.

Sang artis utama adalah tempat jajanan toge goreng yang ada di Bogor. .
dan sebagai artis utama pemberitaan yang berlebihan dan diperbuas adalah biasa. pokoknya segala hal kebagusan tentang sang artis utama di ekspos besar-besaran.

berikut kira-kira urutan dialog antara Ujang dan narator.
narator : toge goreng ini konon lebih 20 tahun berdiri pelanggannya sudah hampir dari penjuru kota Bogor.yang mengelola sudah generasi kedua, kini dipegang anaknya yang bernama Ujang.
Ujangpun berbicara sendiri (karena kan bukan dialog wartawan)
Ujang : iyah dulu dari jaman si abah masih dagang toge inih banyak dicari.
(ngomongnya sambil duduk di kursi makan tangan disandarkan ke meja)
narator : bukan saja resepnya yang tak berubah dari dahulu, gerobak sampai kuali menggoreng togenya pun masih sama seperti yang dahulu dipakai sang abah.
ujang : iyah betul
narator ; mungkin demi menjaga keorisnalitasan resep makanan, atau bahkan mempertahankan rasa juga pelanggan semua hal yang ada disana hampir tak berubah. BAHKAN pengaduk toge goreng belum berubah dari jaman Abah masih berjualan .(dalam gambar terlihat centong kayunya sudah butut tak berbentuk bahkan tipis)
lalu sang wartawan kini bertanya
wartawan : apakah ada alasan khusus kenapa masih itu yang di gunakan? apakah demi menjaga kualitas rasa?
ujang : ah engak! karena masih bisa dipakai sajah, da masih banyak itu juga gantinya mah di belakang.
lalu kata2 ujang lainnya tak terdengar dalam bahasa TV disebut fade out cuma mulutnya yang terlihat sedang bicara

narator terdiam, wartawanpun sepertinya pingsan ditempat dengan jawaban tersebut, liputanpun ditutup dengan basa-basi diruang berita. tinggalah saya yang masih bengong tak percaya dengan kejeniusan sang ujang mengalahkan hyperbola ala TV, dan tetap terbengong karena ternyata tempat toge goreng itu tak banyak disebutkan namanya. sehingga saya jangankan mengingat, sekedar terlintas kapan namanya di sebutpun tidak. padahal bukan tidak mungkin saya jug-jug ke Bogor untuk makan toge goreng iu sambil menyalami si Ujang.

Bobotoh

11 april hari dimana saya pakai kacamata, langsung silindris! artinya ga boleh sering lepas kacamata. saya ga bisa menolak karena ini gara2 saya sering baca buku malam hari, kesukaanku makan wortel juga kini berkurang.

rasanya??

seperti menikmati pertandingan bola lewat tv, terhalang kaca saja. tapi ah bodo amat toh para bonek pun terhalang tembok stadion bisa naik ke dinding stadion. dunia tetap indah lewat kaca persegi panjang depan mataku. buku adalah tempat tidurku. lengkap sudah stereotipe itu bahwa seorang 'geek' pasti berkacamata. dan maaf saja saya terpaksa narsis bahwa yang geek biasanya pintar.... (ga boleh protes wong ini blogku)

by the way PERSIB sekarang di puncak klasemen

Jumat, Maret 30, 2007

masuk mesin cuci sepertinya begini

seperti merinding tiap saat, dan mual
tenang saja ini bukan pertanda hamil.
sindrom ini muncul ketika saya menyerah, seringnya datang kesuatu tempat namun tak jadi karena minder.
sering juga ide keluar namun saya kungkung taunya malah keduluin orang.

saya pikir cuman dirasakan sendiri
tapi tadi saya ketemu tutor ngaji saya di kampus. masak dia curhat katanya
'teh pernah ga teh ada di suatu keadaan dimana kita ingin hidup lebih berwarna tapi kita ga tau maunya kehidupan tuh kayak apa tepatnya kemauan Allah?"

saya jawab:
"saya pernah di kehidupan penuh berwarna tapi tetep aja kosong, wajar manusia tak pernah puas"

padahal sehabis ngomong gitu saya tertunduk meragu dengan ucapan sendiri, bayangkan orang dihadapan saya ini umurnya lebih muda dan saya tak segan belajar ngaji padanya karena dia wiser than me eh dianya malah ragu tentang kehidupan. kalau dia saja bertanya begitu apalah nasib saya.

wanted... guru yang ingin punya murid pelupa

Selasa, Maret 20, 2007

skip sebulan

saya sudah dititik didih, kesal tak tertahankan. moso mengingat user ama password blog ini hampir satu bulan?! bete ampe mogok nulis. buktinya nih tulisan ga mutu banget. padahal saya di bulan feb punya banyak tulisan. rupanya penyakit lupa enggan pergi dariku.

Rabu, Januari 10, 2007

Bagai Punguk

keputusan taaruf membuat saya tercenung lama dalam Sholat.
haruskah bersyukur atau menyesali. lucu jaman sekarang ada yang mikir seperti ini. curiga belakang namaku Nurbaya.
namun kenyataannya pilihan sudah ditetapkan.

lahir dari lelah menghitung malam merindukan bulan,
dan menanti bintang jatuh di pangkuan.

sudah kucoba untuk berfikir singkat seperti sebayaku. namun kemarin gundah ini memuncak. menghabiskan malam dengan Orang yang mendekatiku,nyaman kurasakan namun perasaan bersalah dan bodoh menghantui diri.
katanya jodoh itu persis cerminan kita. maka yang bisa kulakukan merubah diri kearah persona yang baik, karena kuingin dapat lelakiku yang baik.

Senin, Desember 11, 2006

Bangsa Yang Tercuri

Penelitian ini sudah hampir setahun ada dikepala
Sontak Kaget tak percaya ketika pada suatu liputan pameran jamu Internasional di Bandung sang Pakar jamu diwawancara sambil bilang, 'kita ini sebenarnya kesulitan untuk mengekspor hasil asli Indonesia karena ternyata Hak paten untuk nama JAMU sudah dipegang Amerika. maka kalau mau jual jamu ke Amerika harus ganti namanya contohnya Obat alternatif (dan ga keren sama sekali),
begitupun dengan Batik yang hak patennya dimiliki oleh Malaysia" padahal jangan kata beda pulau beda suku Bangsa saja Batik tak ada yang memiliki selain Orang Jawa karena di Sunda batik disebut sinjang dan hanya dipakai kalau berkebaya dan tak pernah ada versi kemeja seperti yang dipakai SBY. MBatik (benarkan kalau salah) adalah kata yang mengartikan "menggambar" hasilnya justru harusnya bukan nama Batik.
lebih kaget lagi ternyata untuk wayang golek saja kini sudah ditiru Jepang. memang sih kalau soal originalitas dunia tahu semua produk aslinya ada di Indonesia. tapi sayangnya ketiga negara diatas justru bangga dengan hak paten curiannya.
ada lagi yang lebih sedih, ketika kunjungan Bush ke Bogor tempo hari rencananya singgah dulu di Singapura, dan tebak kesenian sambutannya adalah... GAMELAN JAWA!! Singapura yang aslinya adalah baangsa melayu dan bernama asli temasik (satu Memetika dengan tasik), di punahkan penduduk aslinya oleh sebuah industri. demo dan keberatan bangsa melayu dapat dipadamkan oleh kesejahteraan ekonomi. hal yang sama juga dilakukan oleh Amerika dengan Indiannya. mereka justru mengaku bangsa asli amerika adalah bule dan bangsa Singapura adalah Tionghoa. lalu apa jadinya dengan gamelan Jawa tadi? jangan-jangan ada klaim bahwa itu budaya asli Singapura.
tercenung lama lalu suatu malam saya pergi ke pusat kebudayaan JawaBarat melihat pertunjukan sendratari tradisional, kupikir acara begini hanya akan di minati oleh wisatawan asing ataupun pengamat seni wahid. ternyata salah ada banyak anak muda yang justru tertarik. bahkan sekumpulan anak muda di ITB sukses dengan sajian apik Ludruk yang sekali manggung 1000 tiket habis. lalu ada apa dengan kemuan untuk hak patenkan produk asli? apa harus saja saya jadikan ini jadi profesi? yaitu menjadi calo pendaftaran merk ke organisasi Internasional agar kelak perdagangan bebas kita tak kehilangan ciri khas dan membeli barang yang sebenarnya milik kita sendiri. bolehlah sebutannya calo yang penting tujuannya mulia. ah itu kan mimpi saja
anak muda... ada banyak batik yang namanya mungkin masih bisa dipertahankan seperti songket,ulos, ada juga gamelan lain yang tak tersebut malah mempercantik semua lairan musik. kalau cinta saja susah jangan sakit hati kalau dicuri
salam

Rabu, Desember 06, 2006

Someah Ka Semah

Invisible Hand ala teori adam Smith berlaku padaku sewaktu ke Jakarta,
oke, ketawain saja waktu saya Bilang belum pernah naik kereta api.
malu sama dosenku yang menyebut dirinya sebagai pegawai PJKA.
setelah bertahun-tahun berdoa akhirnya terjawab sudah.
semula saya sudah berniat pulang naik KA dari gambir ke hall. tapi kakakku khawatir akan keselamatan akhirnya booking travel jam 3 dari mampang. nunggu dan nunggu entah kenapa travel tak bisa lewat mampang saking macetnya jadi saya tak terangkut. yasud kakakku pesan lagi travel agen berbeda keberangkatan jam4. sembari merengek "tolong atuh ijinin naik KA sendiri A!" kataku. dan guess what? sore itu travelnya ga berangkatin satu mobilpun karena kosong. nunggu lagi sembari kakak pesan tiket travel sana-sini. ajaibnya travel semuanya berangkat lepas maghrib! disela-sela kebingungan akhirnya saya bilang
udah ah A naik KA aja, ke gambir lagi. tebak! itu adalah 3 kali putaran gambir-mampang dilakukan hanya dalam waktu satu jam dalam keadaan macet berat!.
di gambir semuanya lancar seperti ada yang mengaturnya. tiket mudah, jam ontime, malah saya ga sempat menikmati gambir lama-lama sudah naik ke KA dan berangkat. malam saya baru tiba di Bandung kotaku tercinta.

oh gitu ya rasanya naik KA. stelah semua kelelahan yang dilalui hari itu rasanya pantas ketika saya bilang. duh Gusti Allah siapkan satu saja bangku di KA Parahyangan dan selamatkan aku sampai Hall. saya terus bersujud sukur karena ternyata ada juga doa yang dijawab dengan cepat.

Terimakasih sama warga jakarta yang pada baik-baik selama saya ujian disana. mungkin ada baiknya sesama warga Jakarta saling memberi senyum agar suasana Jakarta ga setegang dan sepanas itu.

Senin, November 20, 2006

Mobil bergerak sejauh bensin ditanki

Ternyata bumi berlaku kebalikan
hanya bisa menyanyi ketika banyak mendengarkan lagu
bisa memasak ketika pasrah dimasakan gosong terakhir

setelah sadar hal tersebut
tak aneh saya bisa banyak menulis justru ketika saya banyak membaca
sayangnya saya tak lihat efek satu lagi'
Malas Berbicara
kata-kataku mulai tak jelas, gaya bahasaku kacau balau
suaraku tak semerdu malah bergaung liar
tak tahan lihat ekspresi setiap orang yang berbicara padaku
lucu, geli bahkan banyak yang mengerenyit tak mengerti

apa harus kuhentikan saja kebiasaan membacaku?tapi sama seperti menjauhkan anak dari persusuan ibunya.
beda buku beda ilmu, sialnya buku yang saya baca biasanya buku penulis jaman dulu dan berumur. curiga saya lahir dijaman yang salah.tapi ternyata ada hikmahnya, yaitu jauh bisa mengerem banyak hal bahkan bisa membaca teman sendiri.

saya rindu teman bercanda saya, sayangnya sekarang pada sibuk dengan pasangan masing-masing. yah terima aja....

Kamis, November 09, 2006

Bounce

pernah jatuh,sering kecewa dan berlangganan dengan dingin

berdiri saja lagi
angin membuat langkah tersaruk
tapi kemudian terbang


takkan ku menyerah dengan segala masalahku
karena ternyata datangnya masalah
adalah indikasi doa akan terkabul