Sabtu, Desember 10, 2011

Setelah lama lupa password


Saya menulis lagi!
Kesibukan (atau kemalasan) membuat mata saya jarang membaca akhir-akhir ini, dan berdampak pada minimnya kosakata yang dimiliki kemudian saya jadi minder untuk menulis terlebih kalau terlalu remeh.

kali ini saya ingin mengejar beberapa kejadian di tahun 2010/ 2011 yg lupa saya tuliskan untuk menjadi pelajaran serta pengetahuan bagi yg baca, orang menyebutnya kaleidoskop saya menyebutnya selaput otak yg hilang, terakhir saya menulis bulan mei 2010... let see apa yg bisa kuingat setelah itu.

Setelah Mei sebenarnya tidak ada istimewa hanya kerjaan rutin biasa, lalu datanglah bulan Oktober saat salah satu universitas negeri kerajaan terkenal di Jawa Barat membuka Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010 jalur umum pertegas JALUR UMUM.

Iklan penerimaan CPNS ada di website Universitas, sebelumnya saya bekerja di salah satu fakultasnya kebetulan menjadi web administrator meng-upload iklan tersebut di web fakultas tak lupa saya SMS teman2 untuk menyebarkan kesempatan tersebut.

Meski di kantor printer dapat dipakai kapan saja, namun sejak saya kuliah sudah berjanji untuk tidak menggunakan fasilitas kantor untuk keperluan pribadi. maka sejak pekerjaan pertama saya di unit majalah saya selalu menghitung dan membayar semua hasil print yg berhubungan dengan keperluan pribadi tak peduli sebanyak apa. Makin kesini kebiasaan itu saya simpan di celengan, satu kali print hitam putih 500, berwarna 1000, scan 1000, pokoknya sama dengan harga pasaran.

Ketika mengisi formulir lamaran, saya bukan saja membayar hasil print tapi membayar setiap fotokopi yg saya butuhkan sampai2 petuga fotokopi di kantor merasa risih karena menerima uang fotokopiannya. Ketika itu saya berfikir ini bukan lagi halal dan haram namun didepan sana saingan saya bukan saja orang2 pintar se-bandung atau bahkan se-indonesia bisa jadi saingan saya adalah orang soleh yg sepanjang jalannya didoakan orangtuanya sehingga kehidupannya selalu beruntung.

Sehari sebelum ujian, saya pulang telat dari kantor. jam menunjukkan angka 19.30 WIB, meski ngantuk dan capek saya membaca buku soal yg dipinjam dari calon suamiku waktu itu disertai doa darinya. semalaman saya mengerjakan latihan soal, kalau sudah usaha sisanya biar Allah saja.

Persiapan saya minim sekali masih ingat penghapus yg saya pakai sudah hitam entah bekas saya kuliah atau SMU, pensil saya berukuran tak lebih dari 10 cm dan hanya itu yg saya bawa bahkan rautanpun tak punya. pernah tergoda untuk memakai pinsil kantor, tapi saya takut hal itu mengganjal doa saya. Berbekal doa orangtua dan hapalan semalam saya hadapi tes tulis CPNS dengan susah payah, soal ujian panjang2 untung pas soal bahasa inggris rasanya paling mudah dari semua tes yg pernah saya jalani. Nothing to loose begitu tekad saya, sekiranya tidak lolos toh masih ada tahun depan.

Beberapa minggu kemudian pengumuman lolos tes tulis keluar, saya loncat2 karena senangnya saya diurutan terakhir yaitu 10 untuk 2 posisi jurusan Adm Niaga beserta 4 teman kuliah saya. Saat itu tak ada yg tahu keikutsertaan dan saya lolos CPNS kecuali Teh Maya karena beliau juga ikut tes, sampai suatu ketika staf kepegawaian melihat pengumuman tersebut di web lalu mengucapkan selamat, akhirnya satu kantor tahu. setiap yg bilang selamat saya bilang doakan ya pas tes wawancara saya lolos. Meski dalam hati saya ingin sekali Teh maya saja yg lolos.

Hari wawancara tiba, berbekal lagi doa dari orang tua saya langkahkan kaki serta pasrahkan segala urusan pada Allah, ada misscall dari dr.Gaga dan sedetik itupun saya lupakan dan berkutat dengan buku kuliah karena interviewer saya adalah dosen Adm Niaga.

Pas didepan interviewer Bu Ira (PD2 FISIP sat itu), dengan satu lagi dosen reguler yg saya lupa namanya karena tak pernah diajari olehnya, tak ada sedikitpun ketegangan karena memang Allah yg pegang semua urusan. Bu Ira tampak tidak excited mungkin lelah, apalagi saya di urutan terakhir. pertanyaan standar seputar background pendidikan terlewat lancar, tentang motivasi CPNS jg lancar, sampai pada akhirnya tentang last job kebetulan saya di gedung penempatan CPNS saat itu tentu saja saya bisa menerangkan tentang RSP, bu Ira jadi semangat, kemudian saya disuruh untuk bercerita tentang Universitas ybs dalam bahasa Inggris. keringat bercucuran namun bisa dilewati dengan lancar dan lumayan lama. akhirnya bu Ira tersenyum puas lalu mengucapkan "Kamu Lumayan", dan saya lihat form penilaian ada diatas angka 75 diantaranya ada 95. HasbiAllah wa nikmal wakil nikma maula wa nikma nasiiir karena saya sudah dilancarkan wawancara.

Akhir November 2010 pengumuman di website menyatakan saya lolos CPNS beserta 21 peserta lainnya jangan tanya bagaimana senangnya saya terlebih orang tua, karena tak sepeserpun uang panas untuk jadi CPNS. kini setahun sudah saya jadi CPNS menunggu prajab dan siap mengandi pada negara dengan kinerja terbaik, tanpa korupsi dan jalan haram lainnya Rodhoi hamba ya Rabb, ada dan tiada namaku di hasil CPNS semua karena MU, lewat doa orang tua, teman2, Dosen2, tak pernah sedikitpun ada kolusi atau memohon2 untuk diloloskan di sini. Sekiranya bukan karena takdirMU, tak mengapa rasanya sobat2 saya yg lolos.

Rabu, Mei 19, 2010

Keterlaluan


Pernahkah di keadaan benci sebenci bencinya pada seseorang namun tiba-tiba berubah memuja hanya karena hal kecil?

Saya Sering!, tapi kondisinya sebaliknya. Pernah sangat suka pada pria hanya karena satu hal kecil (namun buat saya krusial dan faktor X) tiba-tiba berubah jadi datar tanpa perasaan. lupa bahwa pernah beberapa malam sebelumnya saya hanya bisa tertidur ketika mendengar suaranya. atau bisa merasakan kapan dia akan datang atau sekedar menyapaku.

orang bilang ini indikasi 'terlalu cinta'

saya bilang ini sangat manusiawi

ya manusiawi, tubuh kita sudah diprogram ketika memuja terlalu maka bersiap membenci terlalu. itu karena ketika kita memuja hal-hal yang buruk tak tampak atau sengaja tak dirasakan. begitupun sebaliknya.

Maka saya berpikir untuk ada di perasaan yg 'tidak terlalu'. Biasanya sebutannya mati rasa, tak apa bagiku toh ketika banyak orang terperdaya dengan perasaan, maka orang-orang berhati 'tidak terlalu' mampu menyelesaikan persoalan dan menuntaskan pertunjukan.

sekedar perbandingan, di keadaan yang 'terlalu' malah menimbulkan ketidak nyamanan hati. entah ini pilihan atau terpilih untuk berhati 'tidak terlalu'..

Allah ya Latif... pada dunia semua itu tertuju, padaMu saya sudah terlalu lama terpikat...

Sabtu, Januari 23, 2010

Berdiri di Titian Rapuh

Tahun baru 2010 mnjadi awal saya berniat membuka hati.

Kupikir sudah mantap namun masih juga limbung. Ada sebuah hati, namanya baik hati, menawari sgala yg dipunya untuk menjalani hari bersama.

sudah kucoba... namun hatinya terlalu baik, ku tak sanggup harus berdampingan dengan hati yg sedemikian menakjubkan. Ada banyak pernyataan maju atau mundur, dah tak butuh bulanan, ini berlaku kadang hanya berbeda hari.

Ya Rabb, yakinlah bahwa saya percaya segala ketentuanmu. untuk urusan menikah... kumohon segalanya KAU yang atur. hamba terlalu polos..

Kamis, Desember 24, 2009

Semakin Takjub dengan Jalan-Nya

Allah tuh Maha ya...??? (butuh jawaban)

jujur, setelah banyak pengalaman kegagalan, lalu diteliti apa yg menjadi keberhasilan. akhirnya ketemu jurus jitu agar semua doa terjawab adalah jangan ceritakan selain pada sang Sami'ul Alim...

pernahlah saya yakin kita mengidamkan berada pada profesi tertentu tapi jalan kearah sana tidak tertembus oleh yg namanya surat lamaran...

kemudian saya gelar saja sajadah, mengencangkan ikat pinggang, berhenti mengeluh dengan peluh, ikhlas tak terbalas. tebak apa yang terjadi??

Tiba-tiba saja saya ada di profesi idealisme saya tanpa banyak syarat njelimet. kemudian ada di profesi lain secara bersamaan dimana saya ingin itu jadi ibadah saya, hanya dengan obrolan SEPINTAS LALU saat tolabul Ilmi di Mesjid. kemudian menjalankan amanah usaha yg bermimpi pun rasanya tak pantas yang menakjubkan adalah semuanya bersinergi satu sama lain.

meski dibutuhkan tentu saja kesabaran dan lelah yang dua kali lipat... berarti saya harus meminimalisir waktu tidur, tak apa saya memang sudah terlalu mudah tertidur.

Dan satu kejadian yg membuat saya merinding adalah, saya oleh ALLAh SWT dipertemukan dengan seorang tokoh dimana saya memimpikan bisa berprofesi sepertinya. bertemunya hanya di jejaring Facebook Chat, lewat obrolan santai dan percayakah? dia mempercayakan sebuah pekerjaan yang buat saya teramat keren. yang ini belum saya putuskan... ada banyak pertimbangannya.

seandainya tidak jadi saya ambil, tawaran itu buat saya sudah sangat berharga. sudah saya anggap Allah memenuhi imajinasi saya mengenai profesi ini.

Tak Ada Keraguan hamba padaMu Ya Rabb, Kau Mendengar dengan sangat jelas setiap bisikan doa, lalu Kau pilihkan sesuatu lebih hebat dari bayanganku sendiri. Terima Kasih Ya Rabb... pilihkan Hamba jadi orang yang selalu Sami'na Wa Atho'na...

Kamis, November 26, 2009

Refresh...

Semua yang ada di atas tanah ada waktunya


begitulah.... setelah lama mencoba dan gagal, coba lagi dan gagal lagi akhirnya kemarin berhasil.. alasannya dulu selalu saja darahnya kurang 12.5% atau tekanan darhnya rendah sehingga tidak layak. tapi saya tak menyerah setiap ada kegiatan ini saya ada di barisan depan walau harus pulang lagi karena yakin Allah mencatat setiap niat baik.

25 November 2009/8 Djulhijah 1430 akhirnya di cap oleh PMI sebagai tanggal boleh berdonor..

Rasanya menyenangkan, lebih penting lagi menenangkan. itu adalah 7 menit tak akan terlupa. Memang ya Allah maha hebat, sesudah dikuras 1 liter darah kok manusia ga tiba-tiba menyusut atau tiba2 kurang darah malah mungkin Allah ganti lagi dengan yang lebih sehat. Subhanallah

Apa yang sebenarnya orang takutkan hingga malas berdonor? darah berkurang atau jarum yang panjang?. percayalah jawabannya cukup dengan kita tidak melihat prosesnya. Masa darah dari Allah tiba2 kok jadi pelit.


Tak sabar rasanya berurusan lagi dengan PMI untuk urusan satu ini tapi itu 3 bulan kemudian.

Selasa, Oktober 20, 2009

Di Mata Seorang Anak

Sabtu 17 Oktober 2009, seandainya ada ember untuk menampung air mata maka itu tak cukup.

Jiwa saya terguncang dan terbangun sekaligus. Pagi hari saya menjenguk kerabat yang memanggil saya teh neng, umurnya baru sebelas namun operasi yang dilakukan udah kedua kali dan melihat selang, perban, jarum yang menempel ditubuhnya siapa yang tahan menahan air mata??.

santai saja dia berkelakar tentang tidurnya yang jadi ngorok gara2 dibius.. atau bilang bahwa operasi 2 jam seperti 2 menit. bisa dibayangkan bagaimana ibunya menanggung hari melihat anak yang setiap pusing harus mengeluarkan cairan lewat pipa yang terbentang panjang di tubuhnya, menderita hydrocephalus bukan keinginan seorang ibu manapun.

Masih dengan sendu yang sama, sorenya tangan ini, betul tangan saya... harus memegang bayi yang beratnya hanya 1.8 Kg!!! saya pernah menimbang ayam broiler yang beratnya lebih dari itu...

tangan, kaki bergetar padahal itu bukan kali pertama memandikan bayi. khusus bayi ini saya bersihkan pakai baby oil. membersihkan kepalanya keringat membanjiri tubuh karena takut tiba-tiba nyawa menghilang, kasus terakhir bayi di bawah 2 kilo tak ada yang selamat. Hanya kebesaran Allah membuat sang bayi sehat bahkan aktif.

membersihkan kakinya air mata menetes... membersihkan tangannya yang tak lebih besar dari spidol whiteboard membuat tangan saya seperti kehilangan tulang.. Ya Allah kecil sekali... seharian itu saya seperti baru putus dari kekasih yang dicinta, kelelahan yang mendekati lari 10 putaran gasibu. nyatanya saya yang kecil, kecil di matamu ya Allah

Begitulah.. Allah menciptakan keajaiban justru dari malaikat bernama anak kecil. namun anehnya kedua anak kecil ini mendekatkan keinginan saya untuk segera memilikinya, untuk itu tentu harus menikah. kabar baik, sekarang sepertinya saya siap menikah disegerakan!. Atau bisa toh punya anak tanpa menikah? bukan MBA tapi mengadopsi, semoga nanti saya dititipi anak yang soleh walaupun tak selalu lahir dari rahim sendiri. punya anak yatim misalnya.

Minggu, Agustus 23, 2009

Invisible Hand


Ramadhan kali ini dimulai hari sabtu tanggal 22 Agustus 2009/ 1 Ramadhan 1430H

Entah karena apa, yang pasti Ramadhan kali ini saya gembira luar biasa. kalau saya sebut sepanjang hari loncat2 bak anak kecil... percayalah itu memang yang terjadi.

saya menduga kebahagiaan saya lahir karena telah melewati sebuah fase berat beberapa waktu sebelumnya, atau justru karena saya baru bertemu seseorang? tak tahulah saya tak pintar membaca hati. Kebahagiaan saya tak tergambarkan bukannya kebahagiaan khas seperti yang digambarkan Artikle2 Islam mengenai ganjaran besar bagi umat yang menyambut bahagia bulan Ramadhan. tapi kebahagiaan yang lucu.. yang magis.. yang identik dengan orang kasmaran namun bukan..

oh iya saya punya cerita yang tak terjangkau akal sehat, namun sampai sekarang membuat saya memuji kebesaran Tuhan. Saya mengajak anda merenung melewati sebuah peristiwa tanpa ada maksud lain. jadi saya sepenuhnya tak meridhoi semua tanggapan yang muncul selain niat itu setelah membaca peristiwa ini.

Alhamdulillah belum lama saya hatam lagi, tidak ada yang aneh kecuali harinya. maghrib bulan syaban saya membaca qur'an sudah sampai surat Al-Ashr. itu berarti ada sekitar 11 surat pendek lagi sebelum hatam. Ditengah2 ngaji surat itu mama menelepon, sebagai anak adalah kewajiban untuk sami'na wa atha'na. saya mendengar dan saya taat waktu bilang suruh menghampiri mama.

Dalam hati saya gemes karena tinggal membaca beberapa surat maka saya hatam. tapi saya singkirkan pemikiran tersebut, saya akhiri bacaan saya dengan terjemahan dan Asmaul Husna.

Subuh akhirnya bacaan Al-qur'an saya tamat juga. membaca doa hatam qur'an dan bersyukur sepanjang perjalanan dari rumah ke kantor lengkap dengan jalan sambil loncat2 (curiga lahir dari kelinci nih).

Belum juga selesai dengan takjub yang sama, tengah hari kakak mengabarkan saya di beri Handphone baru! sesuatu yang sedang saya ingin dan tak seorangpun tahu. Mengikuti teori sedekah Yusuf mansur mending saya jual saja tu Handphone.

Saya merinding luar biasa... karena sepanjang ingatan saya yang pendek ini, apa yang saya tidak harapkan justru saya dapatkan. Otomatis mindset saya diubah begitu selamanya. jangan mengharapkan sesuatu... Ikhlas saja..

Jangan ragukan setiap kebaikan sekecil apapun. termasuk membaca Al-quran. Lawan setiap kemalasan, paksakan diri untuk beribadah sendainya memang harus. Saya masih melakukan ini untuk beberapa ibadah. saya yakin ibadah Anda lebih taat.

Saya lihat kalender... meerinding lagi! hari itu adalah Jum'at 15 Sya'ban, barus saja saya berbuka dari puasa Auyumul Bidh yang kebetulan juga nisfu Sya'ban... kulihat langit bulan purnama bulat sempurna..

di Sya'ban saja saya menemui banyak mukjizat... tak sabar saya menanti apa yang akan terjadi saat Ramadhan kali ini.

Jumat, Agustus 14, 2009

Out Of The Box, Out Of Comfort Zone

Waktu saya nulis ini, adalah hari terakhir saya kerja di Unit Publikasi Ilmiah dan Paten Sekretariatan Majalah Kedokteran Bandung Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Sebuah keputusan berat saya harus ambil berikutnya. Ada banyak orang bertanya mengapa saya keluar dari ‘kursi aman’?? saya memilih diam karena mulut biasanya suka melebih-lebihkan sesuatu. Biarlah setiap alasan menjadi rahasia dan ibadah saya

Karena pengalaman ini akan membekas, saya akan menulisnya disini. Selama disini saya belajar banyak, hard skill sudah dibekali di kampus namun softskill benar-benar mulai dari nol. Awal kerja saya hilang kepribadian bahkan kehilangan rutinitas ibadah. Butuh dua bulan akhirnya saya jadi diri sendiri.

Saya percaya pada kebesaran Allah, itu sebabnya dari SANA munculnya keyakinan tidak memperpanjang bekerja di MKB. Untuk diketahui bahwa kerja disini adalah terwujudnya mimpi kira-kira 2003/2004. Dulu saya bermimpi kerja di Majalah apapun, maka lamaranpun dikirim ke banyak majalah mulai lokal sampai nasional. Dari banyak lamaran tak ada satupun yang nyangkut. Dari situ saya peti es-kan dulu mimpi ini seiring dengan kuliah saya yang berganti jurusan, malah saya sudah berhenti mengkhayalkan pekerjaan spesifik. Dan demikianlah Allah bekerja justru ketika saya berhenti dan pasrah saya malah mendapatkannya dengan cara yang dipermudah. Semula saya pikir akan ditawari bekerja jadi sekretaris salah satu dokter disini eh justru dapat pekerjaan hebat ini.

Saya tak bisa lagi bicara banyak takutnya membicarakan hal yang tak perlu dan dekat dengan ghibah. Saya akan masuk pada inti tulisan ini yaitu mengucapkan terimakasih kepada:

Prof. Sofie R.K., beliau adalah wanita dengan tinggi ilmu namun rendah hati. Kadang pemikirannya memang tak terjangkau, Kedermawanan dan kecerdasannya menginspirasi saya.

Prof. Herry Garna, saya sering dibuat kagum dengan ketelitian beliau. Jangan harap ada titik dan spasi yang luput dari koreksinya.

Dr. Budi Setiabudiawan, saya berhubungan langsung dengan beliau waktu pertama datang. Jadi bisa dikatakan atas rekomendasi beliau pula saya di pekerjakan.

Teh Lala, bos paling gila sepanjang masa. Mau becanda dari arah mana dia sanggup ngimbangin. Namun kadang ‘sima’-nya keluar, itu juga mungkin yang membuat jabatan mendekat padanya.

Teh Maya, perempuan cantik dan fashionable yang mengantar saya sebagai rekomendasi untuk bekerja di MKB

Teh Dini, Tanyakan segala hal mengenai dunia kecantikan beliau mengetahuinya.

Kang Ede, satu-satunya lelaki baik hati (Karena jarang marah sering kita godain) yang megang banyak job desc. Gelarnya kadang suka saya plesetin macem-macem.

Seluruh rekan di FK yang tak bisa disebut satu-satu

Tak ada satupun kata sebenarnya yang menggambarkan bagaimana saya berhutang banyak terimakasih pada kantor ini. Lihat hati kadang masih ingin disana, tapi perjalanan belum selesai saya harus terbang lagi entah kemana. Mimpi saya masih banyak, profesi yang harus saya rasakan masih tak terhitung dan kesemuanya saya serahkan pada Allah Aza Wa Jalla. Sama seperti halnya saya tak pernah menyangka bekerja disini saya akan menunggu keajaiban lain yang mungkin Allah berikan di tempat lain, kuharap lebih baik.
Terimakasih atas perhatian dan kerjasama yang baik....

Kamis, Juli 30, 2009

Basa Inggris oh So' Limited

Beberapa hari yang lalu saya mendapat pesan singkat dari sahabat yang meminta dukungan SMS untuk kakaknya karena menjadi finalis Duta Bahasa.

Konon Bangsa Indonesia mempunyai masalah dengan berbahasa Inggris. Sepertinya benar, ingatkah ajang Miss Universe dimana Indonesia mempunyai wakil dan kesempatan untuk promosikan negaranya. ketika saatnya datang, putri yang konon tercantik di Indonesia saat itu (Nadine Chandrawinata) santai saja bilang “Indonesia is Beautiful City” WHAAAAT??? Mesti diingat putri Indonesia dipilih tidak sembarangan dikarantina dengan guru2 terbaik bangsa. Ya.. kupikir benar kini mulai saatnya membiasakan diri berbahasa Inggris

Di rumah saya biasa bicara Bahasa Inggris Garut dengan kakak, di kantor kebiasaan itu berlanjut (malah lebih parah) dengan rekan sekantor. Menyebut masuk angin=Enter Wind, panas dalam=Hot Inside, dan kata-kata lain yang memang tak ada atau tak bisa bahasa inggrisnya. Bahasa Inggris Garut adalah istilah orang sunda menyebut bahasa inggris yang kacau, Tanpa bermaksud menjelekkan kota dan orang Garut.

Saya tak pernah mengerti mengapa ada yang mengagungkan bahasa Inggris sebagai symbol status padahal bahasa Inggris adalah bahasa yang paling sederhana dan paling terbatas menjabarkan sesuatu. Hal ini baru saya sadari ketika baru saja membaca buku ISLAM (Faith-Culture-History)karya Paul Londe.

Hanya membutuhkan lima halaman sebelum akhirnya saya tangguhkan menyelesaikan bacaan karena isinya ‘berat sebelah’. Paling membuat saya kecewa adalah transelerasi Dia untuk Allah swt adalah He/Him. Padahal Allah bukan manusia berjenis kelamin laki-laki. Sebenarnya masuk akal sih karena Bahasa Inggris menyeratakan benda dengan It namun itu untuk kata benda dan tidak ada unsur penghormatan sekali, tak bisakah cukup dengan kata Allah saja kalau memang sulit dicari Bahasa Inggrisnya?. Semoga kelak saya menemukan Al-Quran dengan translate Inggris yang BENAR entah di belahan dunia mana.

Lalu saya teringat dengan topic yang pernah diangkat oleh harian Pikiran Rakyat bahwa ada ratusan bahasa dunia yang terancam punah, penjelasannya ada di sebuah buku tapi saya lupa judulnya. Dalam topic yang sama disuguhkan juga quotes dari seorang Duta Bahasa Indonesia saat itu katanya “Bahasa Indonesia kelak akan menjadi 4 Bahasa Terbesar di Dunia”.

Wajar bila nanti Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang besar dan penting dikuasai dunia mungkin setelah Bahasa Inggris, Mandarin. Penduduknya yang padat sudah mengidentifikasi hal tersebut. Dengan penduduk yang jumlah adubilah itu pastilah diantaranya ada yang ekspansi keluar negeri dan menikah yang secara otomatis membawa Bahasa Indonesia menjadi bahasa ibu. Selain itu Indonesia mempunyai tutur bahasa yang lebih baku dan rapi dibandingkan dengan Negara serumpun malayu lainnya. Bahasa Indonesia tidak akan berubah arti meskipun berdiri sendiri-sendiri berbeda dengan Bahasa Inggris

Nasionalisme saya berkobar, Indonesia ternyata jauh lebih baik.Bahasa Indonesia diperkaya oleh banyak bahasa daerah yang punya tingkatan bahasa untuk menunjukkan rasa hormat baik umur maupun ilmunya. Untuk kata ‘Kamu’ dalam bahasa Sunda ada banyak tingkatan mulai dari sia-maneh-anjeun beda dengan English yang menyebut You, dan contoh lain beserta bahasa lainnya pasti anda lebih tahu.

Post ini bukan dimaksudkan untuk membenci bahasa Inggris melainkan justru harus mengenal. Hal yang paling tidak bisa orang Indonesia lakukan adalah belajar bicara bahasa Inggris. Kita harus memulainya untuk meningkatkan kualitas bangsa di mata dunia (walupun ala Garut) toh di Singapura juga Bahasa inggrisnya tidak fasih benar, oleh sebab itu disebut Singlish. Maka sebutan untuk Bahasa Inggris ala Indonesia adalah Indlish atau untuk Sunda English jadi Sunlish or Garlish…

Sekian explanation dari sayah, Hatur Thank U…

Jumat, Juli 10, 2009

Tantangan Bukan untuk Pengecut


Dari banyak keputusan maka keputusan yang baru saya ambil 2 minggu lalu adalah keputusan paling polemik. Satu sisi saya menyukainya sisi lain banyak tantangan (cercaan?) mesti segera dilalui.

Disini pekerjaannya main hati, melenceng sedikit dari niat bukan tak mungkin status riya disandangkan di belakang nama.

sama halnya seperti memutuskan memakai jilbab sekitar 5 tahun lalu, kesiapannya hanya 50% sisanya tantangan. Diawal memakai jilbab masih sekedar pakai tingkah laku tak banyak beda. lama-lama ya prosesnya mengerucut dengan sendirinya. Berubah dengan banyak masukan dari teman.

Ini pun begitu, rasanya saya belum menggambarkan apa yang saya tulis. sekedar membaca, mengunduh lalu publish yakinlah bahwa semua orang bisa melakukannya, tapi menyesuaikantingkah laku?.

Akhirnya saya berharap perlahan ibadahku membaik. Setidaknya ada waktu dalam hari-hari saya pernah mengajak pada kebaikan. Biarlah kata-kata buruk dan keraguan dari orang lain menjadi kenikmatan pahala untukku.